Malioboro Yogyakarta, Destinasi Favorit Saat Berkeliling dan Berbelanja

Wisata Malioboro Yogyakarta
Wisata Malioboro Yogyakarta

Berkunjunglah ke Malioboro Yogyakarta, Anda akan dapati keramahtamahan penduduknya yang sungguh menyenangkan. Salah satu pesona Kota Jogja tercermin di sepanjang Jalan Malioboro.

Di kawasan ini, masyarakat lokal dan para wisatawan dari seluruh penjuru berbaur menjadi satu dalam melakukan banyak kegiatan menarik di sana, memberikan tontonan yang harmonis dan penuh damai.

Yogyakarta yang berjuluk Kota Gudeg memang menyimpan sejuta keindahan dimana seolah mampu menghadirkan daya magis bagi wisatawan untuk datang kembali mengunjunginya. Kerinduan akan suasana kota yang menyuguhkan nuansa damai membuat kawasan Malioboro menjadi salah satu destinasi paling diminati di Indonesia.

Bicara tentang nuansa adat Jawa yang kental, di Malioboro Yogyakarta salah satu tempatnya. Kearifan budaya lokal di tengah hiruk-pikuk era digital adalah pengalaman unik tatkala mejelajahi keindahan budaya Jawa yang tetap dipertahankan hingga kini di kawasan tersebut.

Aktivitas di Malioboro Jogja saat siang

Aktivitas di Malioboro Jogja saat siang

Jika Anda datang ke Yogyakarta dan hanya mengunjungi Pantai Parangtritis atau Candi Prambanan saja, itu belumlah lengkap jika Anda belum singgah di Malioboro. Kawasan Malioboro membentang sepanjang 2,5 kilometer dari Jalan Tugu hingga Kantor Pos Pusat Yogyakarta. Kawasan ini tak pernah sepi dari pengunjung setiap harinya. Jala Malioboro juga terbilang sangat dekat dengan Keraton Kesultanan Yogyakarta.

Jalan ini konon disebut-sebut sebagai titik imajiner yang menghubungkan antara 3 kekuatan Trimurti di Yogyakarta, yakni Pantai Parangtritis Yogyakarta, Keraton Yogyakarta, dan Gunung Merapi.

Baca juga: Inilah 12 Tempat Wisata di Jogja Paling Terkenal

Alamat Malioboro: Jl. Malioboro, Yogyakarta
Peta Lokasi: klik di sini
Koordinat GPS: -7.7930278,110.3659167

Sejarah Jalan Malioboro Yogyakarta

Tiada yang menyangka jika jalanan yang dahulu sepi dengan sederet pohon asam yang rindang itu kini telah menjelma menjadi kawasan wisata paling dicari oleh wisatawan domestik maupun asing. Jalan Malioboro Yogyakarta dulu hanyalah sebuah jalan biasa yang digunakan warga setempat menuju keraton, atau ke Pasar Beringharjo dan ke Benteng Vredeburg.

Nama Malioboro konon berasal dari dua versi cerita yang berbeda. Yang pertama, nama Malioboro dikutip dari bahasa Sansekerta, yang artinya “Karangan Bunga”. Nama ini sengaja diciptakan karena kala itu di sepanjang jalan ini penuh dengan karangan bunga pada saat ada acara atau hajatan di keraton. Yang kedua, konon nama Malioboro diambil dari nama seorang bangsawan asal Inggris, Marlborough, yang menetap di Yogyakarta pada tahun 1881 – 1916.

Terlepas versi mana yang paling benar, Malioboro kini telah bertransforasi menjadi sebuah kawasan wisata yang menyedot perhatian setiap pengunjung yang datang ke kota Yogyakarta. Kawasan ini juga merupakan salah satu sentral oleh-oleh khas Jogja yang patut Anda kunjungi. Di sepanjang Jalan Malioboro, Anda dapat menjumpai dengan mudah aneka ragam souvenir, mulai dari batik Jogja, kaos, kerajinan tangan, blangkon, dan bakpia Pathok, serta Yangko yang merupakan jajanan khas Yogyakarta.

Baca juga: 6 Oleh-Oleh Khas Jogja Paling Favorit

Kuliner di Malioboro Yogyakarta

Jika Anda sedang berburu kuliner Jogja, maka di Malioboro Anda dapat menemukan berbagai menu-menu istimewa yang ditawarkan Kota Gudeg tersebut. Menu-menu sederhana dengan citarasa nikmat tentu menggugah selera untuk sekedar bersantap siang ataupun dinner.

Sajian nasi Gudeg sudah barang tentu menjadi pilihan utama karena menu ini seolah menjadi menu wajib yang harus dicicipi tatkala berkunjung ke Jogjakarta. Di sepanjang jalan Malioboro, Anda juga dapat menikmati es dawet gula merah tanpa pewarna yang berpadu dengan santan kelapa kental dan gurih. Dengan sesekali diselingi alunan suara merdu para pengamen, pengalaman kuliner di sana mampu menampilkan suasana Jogja yang sejatinya damai dan bersahabat.

Baca juga: 8 Restoran Recommended Tempat Wisata Kuliner Jogja

Selain gudeg Jogja, nikmati juga sate di Malioboro

Selain gudeg Jogja, nikmati juga sate di Malioboro

Di sepanjang Jalan Malioboro Yogyakarta, Anda dapat menjumpai sederet tukang becak yang siap mengantarkan Anda ke lokasi-lokasi pusat oleh-oleh Jogja. Dengan biaya yang relatif terjangkau, para tukang becak ini akan menawarkan paket keliling ke berbagai lokasi kerajinan atau pusat souvenir atau juga jajanan Bakpia Pathok yang legendaris. Untuk pengalaman berkeliling yang lebih seru, Anda mungkin tertarik untuk menaiki delman.

Becak di kawasan wisata Malioboro Yogyakarta

Becak di kawasan wisata Malioboro Yogyakarta

Ketika waktu masuk malam hari, Anda akan disuguhi alunan gamelan Jawa yang dimainkan oleh kelompok seniman Yogyakarta lengkap dengan budaya lesehan dan angkringan, yang mana hal ini telah menjadi ciri khas dari Kota Pelajar tersebut.

Baca juga: 7 Cafe Recommended Tempat Wisata Kuliner Jogja

Kelompok seniman di Malioboro Yogyakarta

Kelompok seniman di Malioboro Yogyakarta

Spot Menarik Lainnya Malioboro Jogja

Selain oleh-oleh dan Keraton Yogyakarta, di Jalan Malioboro terdapat sebuah benteng yang bernama Benteng Vredeburg. Benteng ini berfungsi sebagai museum dan juga merupakan spot wisata menarik di kawasan Malioboro Jogja. Anda dapat menjumpai sejumlah benda peninggalan bersejarah pada masa perjuangan dulu. Juga terdapat ruang khusus untuk pemutaran film perjuangan serta diorama yang memvisualisasikan kondisi Indonesia, khususnya Yogyakarta di masa penjajahan dulu.

Benteng Vredeburg di Malioboro

Benteng Vredeburg di Malioboro

Benteng Vredeburg terbuka untuk umum setiap hari Selasa – Jumat dari pukul 8 pagi hingga 4 sore dan setiap Sabtu – Minggu mulai dari pukul 8 pagi – 5 sore.

Selain itu, di Jalan Malioboro Yogyakarta jgua terdapat Pasar Beringharjo yang merupakan pasar tradisional sekaligus destinasi wisata belanja di Jogja yang populer. Di pasar ini, Anda dapat menemukan berbagai jenis batik dalam aneka motif, aksesoris, jajanan tradisional, kerajinan tangan, hingga bahan-bahan tradisional untuk membuat jamu.

Pasar Beringharjo dahulu dipenuhi dengan rindangnya pohon beringin, yang oleh karenanya kemudian dinamakan sebagai Beringharjo. “Bering” artinya Beringin, dan “Harjo” artinya sejahtera. Di masa lampau, pasar Beringharjo ini adalah poros aktivitas ekonomi yang membawa kesejahteraan seluruh masyarakat Yogyakarta.

Pasar Beringharjo di kawasan Malioboro Jogja

Pasar Beringharjo di kawasan Malioboro Jogja

Di sekitar kawasan wisata Malioboro Yogyakarta, terdapat jgua sebuah daerah bernama Ketandan. Ini adalah sebuah daerah Pecinan di Yogyakarta. Bentuk eksistensi etnis Tionghoa di Jogja ini terwujud melalui pagelaran Budaya Tionghoa Yogyakarta dan merupakan bagian dari perayaan hari raya Imlek yang diselenggarakan tiap tahun. Pagelaran yang berlangsung pada umumnya berisi aneka kegiatan bazaar kuliner, lomba nyanyi lagu Mandarin, karnaval Barongsai, dan pameran budaya.

Baca juga: Ini 6 Spot Menarik Wisata Kaliurang di Kaki Merapi Jogja

Hotel di Malioboro Yogyakarta

Tujuan wisata Malioboro Jogja adalah salah satu yang terkenal dan lokasinya berada di pusat kota Jogja. Oleh sebab itu, Anda dapat menjumpai dengan sangat mudah aneka penginapan atau hotel dekat Malioboro Jogja. Beberapa hotel di Malioboro yang populer serta penginapan lainnya di kalangan penikmat perjalanan, di antaranya Melia Purosani Hotel Yogyakarta, Hotel Mutiara, Jambuluwuk Malioboro Boutique Hotel, dan Whiz Hotel Yogyakarta.

Anda dapat mencari hotel atau penginapan dekat Malioboro secara online guna memastikan ketersediaan kamar. Salah satu online booking yang populer adalah AGODA.

Baca juga: Inilah 5 Hotel Murah di Jogja Paling Disukai

Rute Perjalanan ke Malioboro Yogyakarta

Untuk menuju Jalan Malioboro Yogyakarta, Anda dapat tiba dengan sangat mudah karena lokasinya yang berada di jantung kota Yogyakarta. Dari stasiun Tugu Yogyakarta, Anda hanya akan butuh waktu 5 menit saja untuk dapat tiba di lokasi. Jika dari Bandara Adisucipto, maka perjalanan ke Malioboro hanya akan membutuhkan waktu sekitar 10-15 menit menggunakan transportasi umum atau kendaraan pribadi.

Loading...
No review found! Insert a valid review ID.