Wisata Candi Mendut di Magelang, Napak Tilas Budaya Masa Lampau

Wisata Candi Mendut
Wisata Candi Mendut via rajakamar.com

Objek wisata Candi Mendut menyimpan kisah unik yang cukup menarik. Candi Buddha yang berjarak dekat dengan Candi Borobudur ini adalah salah satu destinasi yang banyak dikunjungi para penyuka budaya dan sejarah zaman dulu.

Berbagai candi yang merupakan peninggalan sejarah adalah bukti kejayaan masa lalu yang tersebar di pelosok nusantara, termasuk di Yogyakarta dan daerah sekitarnya.

Candi Mendut dibangun oleh Dinasti Syailendra, yaitu Raja Indra. Bukti sejarah ini dapat dilihat dari Prasasti Kayumwungan yang pernah ditemukan di Karangtengah.

Secara administratif, kawasan wisata Candi Mendut berada dalam wilayah Provinsi Jawa Tengah yang terletak di Desa Mendut, Kabupaten Magelang. Tetapi pada umumnya, banyak kalangan wisatawan menyebutnya sebagai Candi Mendut Yogyakarta.

Sebagaimana candi-candi kebanyakan, Candi Mendut juga berbentuk persegi empat lengkap dengan hiasan beberapa stupa kecil. Meskipun terletak dalam satu garis lurus, konon Candi Mendut lebih dulu dibangun sebelum Candi Borobudur. Jika Candi Borobudur lurus menghadap matahari terbit, sebaliknya justru pintu Candi Mendut menghadap ke barat.

Bangunan Candi Mendut menghadap ke arah barat

Bangunan Candi Mendut menghadap ke arah barat via mirnarizka.wordpress.com

Wisata Candi Mendut Kaya Pesan Moral

Dilihat dari kejauhan, Candi Mendut tampak begitu anggun namun sangat kokoh berdiri di atas kaki candi setinggi 3,7 meter.

Saat mengitari kaki candi, Anda akan menemukan sejumlah panel relief tentang fabel (cerita binatang), seperti kisah “Burung dan Kura-kura”, “Brahmana dan Kepiting”, juga “Kera dan Burung Manyar”.

Salah satu relief Candi Mendut

Salah satu relief Candi Mendut via veronikadiahkusumawati.blogspot.com

Sekilas relief-relief tersebut diperuntukkan bagi cerita anak-anak. Tetapi sebenarnya relief-relief ini memberi gambaran kisah Jataka dengan pesan moral yang begitu kental bagi wisatawan yang datang ke Candi Mendut.

Saat naik ke badan candi, maka Anda akan menjumpai 8 relief Bodhisattva dengan beragam sikap tangan. Ukuran relief ini lebih besar dibandingkan dengan panel relief yang ada di Candi Borobudur.

Saat masuk ke bilik candi, Anda akan mencium aroma wangi bunga bercampur hio di antara 3 buah arca setinggi masing-masing 3 meter. Arca-arca berukuran besar ini adalah arca Dyani Buddha Cakyamuni (Vairocana), arca Budha Avalokitesvara (Lokesvara), dan arca Bodhisatva Vajrapani.

Tiga arca Buddha di bagian bilik Candi Mendut

Tiga arca Buddha di bagian bilik Candi Mendut via wisatawanalam.blogspot.com

Arca Budha Avalokitesvara tepat berada di tengah dua arca lainnya dengan posisi duduk. Ketiga arca ini dibuat dari batuan utuh dan dipahat sedemikan cermat dan penuh kehati-hatian sehingga terlihat sungguh mengagumkan.

Setelah puas mengeksplorasi bagian bilik Candi Mendut, Anda dapat meninggalkan gerbang candi dan akan melewati sejumlah kios souvenir yang menjual aneka pernak-pernik. Anda dapat membeli beberapa souvenir atau cinderamata untuk sahabat atau keluarga di rumah.

Jalan menuju bangunan Buddhist Monastery Mendut

Jalan menuju bangunan Buddhist Monastery Mendut via jacqkie.blogspot.com

Tak jauh dari kompleks Candi Mendut ini, terlihat bangunan Buddhist Monastery yang terbuka untuk umum di mana terdapat kolam berhiaskan bunga-bunga teratai yang bermekaran indah.

Pada jalan masuk menuju Buddhist Monastery, terdapat beberapa stupa dengan posisi berjajar. Sungguh sebuah pemandangan yang seolah membawa Anda kembali ke masa di abad ke-12 dimana nuansa sakral dan religius terasa begitu dominan.

Alamat Candi Mendut: Jl. Mayor Kusen, Kota Mungkid, Magelang, Jawa Tengah
Peta Lokasi: klik di sini
Koordinat GPS: -7.605010,110.230455

Ritual Chanting di Candi Mendut

Di areal Buddhist Monastrery ini, setiap malam dilakukan ritual Canthing atau semacam meditasi. Uniknya ritual atau meditasi dilakukan dengan cara mendengarkan alunan musik dan nyanyian-nyanyian tertentu.

Meskipun ritual ini hanya dilakukan oleh mereka yang beragama Buddha, para wisatawan juga diperbolehkan mengikuti ritual Chanting.

Meditasi di Buddhist Monastrery Mendut

Meditasi di Buddhist Monastrery Mendut via einaudi.cornell.edu

Jika Anda ingin menyaksikan atau mengikuti ritual ini, datanglah sebelum pukul 7 malam karena ritual Chanting biasanya dilakukan pada waktu pukul 7-8 malam.

Sesungguhnya, ritual chanting ini adalah momen puncak saat Anda ke kawasan wisata Candi Mendut. Inilah kesempatan dimana Anda dapat merasakan dan larut serta dalam puja-puji pada Sang Pencipta.

Vihara Buddha Mendut

Jika Anda berjalan ke sisi utara kompleks Candi Mendut, Anda akan menemukan Vihara Buddha Mendut. Konon Vihara Buddha ini sebenarnya adalah area biara Katholik, namun pada tahun 1950-an tanah di aera tersebut dibagi-bagikan kepada rakyat.

Selanjutnya tanah-tanah rakyat ini dibeli oleh satu yayasan Buddha untuk kemudian dibangun sebuah Vihara di atasnya.

Kompleks Vihara Buddha Mendut

Kompleks Vihara Buddha Mendut via edisusilo.com

Di dalam Vihara Buddha Mendut, terdapat sejumlah patung Buddha, taman, serta tempat beribadah. Beberapa fasilitas yang ada di Vihara ini sebagian adalah sumbangan dari negara Jepang.

Rute Perjalanan ke Candi Mendut

Dari pusat Kota Yogyakarta, Anda dapat menempuh jalan Jogja – Magelang (jalan yang menghubungkan Yogyakarta dan Magelang) agar dapat tiba di kawasan wisata Candi Mendut. Setiba di daerah Mungkid (pertigaan lampu merah), Anda akan menemukan plang penunjuk arah menuju Candi Borobudur. Ikuti saja penunjuk arah tersebut, lalu berbelok kiri dan kemudian jalan lurus sampai Anda menemukan Candi Mendut di bagian kanan jalan.

Perjalanan dari Jogja ke lokasi Candi Mendut ini menempuh jarak sejauh 37 km dengan durasi waktu selama 45 menit.

Loading...
No review found! Insert a valid review ID.

1 Komentar